The Reds yang sejak jaman baheula udah jadi bagian tim elit Inggris-pun,
tidak malu untuk diberikan berkarung-karung poundsterling yang menggunung
Ada seuntai benang merah dikerumunan hingar bingar pentas EPL dan kinerjanya terhadap
bisnis sepakbola dan prestasi Eropa.
Ketika pohon duit bertumbuh kembang di London dan Liverpool (baca : Chelsea dan Liverpool)
Masih ada sejumput nilai hirarki dari sebuah arti kerja keras…..
Manchester United yang sudah dibangun menjadi tim kuat sejak kedatangan Sir Fergie di tahun 1986
Begitu juga dengan Arsenal yang rajin membangun etos kerja keras dengan regenerasinya
Kedua tim tersebut memberikan harapan lain, bahwa boros dalam belanja bintang.
Tidak selamanya akan menuai hasil maksimal
Kerja keras justru akan menciptakan mental yang bagus dan maksimal
Boleh saja Liverpool menjadi terbesar di antara 4 besar….
Tapi jangan lupa, terkadang mental mereka drop kala harus bermain imbang melawan tim sekelas Hull
Sedangkan Manchester United dan Arsenal kerap menganggap bahwa semua tim di EPL itu sama berbahayanya
Jadi walopun hanya 2 kali kalah dan 2 kali mengalahkan MU,
tapi Liverpool tidak mampu mengejar kemenangan sebanyak Manchester United
MU sendiri meski kalah 4x… tapi bermain stabil dan tetap kerja keras
(salah satunya tidak frontal mengganti skema 11 pemainnya)
Dan jangan lupa pesona Christiano Ronaldo yang turut melancarkan kerja keras MU menjadi kampium
Karena pohon duit, Liverpool bisa belanja pemain bintang.
Namun kelak mereka akan membuat bingung skema paten yg ada
Sedikit skeptis mungkin ya, tapi tidak bermaksud menohok….
Jika di Inggris ada Liverpool, di Indonesia kita mengenal Persija dan di Italia kita tahu Inter Milan
Liverpool terkadang lupakan hal sekecil itu, hingga pada akhirnya rekor 18 kali-nya disamakan Manchester United
Liverpool juga sebenarnya pernah menjadi tim besar dengan kerja keras tidak dengan boros belanja bintang.
Yang pernah hattrick di tahun 1982, 1983 dan 1984 itu pernah menjadi raja di EPL
Namun Manchester United bisa lakukan 2 kali hattrick (2001,2002,2003) dan (2007,2008,2009)
Ketika sepakbola makin menjadi sebuah industri, mau gak mau di dalamnya akan terbentuk
sebuah laga sarat hiburan dan atraksi enak di tonton.
Tergantung dari kesiapan penonton….
Apakah ingin menyaksikan tim yang dibentuk oleh pohon uang
atau melihat tim dengan aroma kerja keras?







Tidak ada komentar:
Posting Komentar